Kamis, 23 April 2015

EP 2. TERNYATA MASTITIS ITU KARENA KESALAHANKU

YUK BUNDA, BERIKAN ASI BUAT SI BUAH HATI (CERITA SI BUNGSU NISA)



Menyambut kelahiran anak kedua, berfikir pasti nanti waktu pemberian ASI tidak jadi masalah. Dengan penuh keyakinan, ketika si kecil lahir ASI sudah siap sedia. Harus berhasil nih ASI ekslusifnya. Ternyata lagi-lagi diluar dugaan, luka puting di alami lagi, tapi terus ditahankan karena yakin pasti badai berlalu. hehhehe

Hingga menjelang usia nisa 3 bulan, ternyata luka puting ini juga tidak sembuh, berusaha terus memperbaiki posisi, tapi juga tidak sembuh. Apakah ini gerangan?? Yah sudahlah, yang penting sekarang mempersiapkan perahan ASI karena waktu untuk masuk kerja sudah dekat agar ASI tetap diberikan buat sikecil saat bekerja.

Perangkat perang disiapkan, botol ASI sudah penuh, setiap 4 jam dilakukan perahan. Bismillah, moga semua sesuai rencana.

Hari pertama bekerja, alhamdulillah semua berjalan lancar. Sungguh senang bertemu dengan teman2 walaupun sedih harus meninggalkan sikecil. Seminggu pertama terlewati sudah, tiba-tiba tengah  malam hari ke 10 kerja, merasakan sakit yang sangat pada payudara. Saking sakitnya, merangkak ke dapur untuk mengambil air hangat untuk mengompres agar perihnya berkurang. Saat itu pun payudara membengkak dan memerah serta keras, ada apa ini gerangan? apa yang salah ya, kok saya bisa kena mastitis(radang payudara). Meminum obat analgetik, juga tidak mengurangi rasa sakitnya. Setelah itu sakit nya menyerang kepala sehingga menyebabkan muntah. Saya tidak sanggup saat itu untuk berdiri dan akhirnya dirawat di rumah sakit di kota ku Duri.

Dirawat selama 4 hari di rumah sakit, hati selalu bertanya kenapa bisa mastitis, apa karena si kecil yang selalu menyusu sebentar2, tidak tuntas atau masalah yang lain. Dua minggu keluar dari rumah sakit, nyeri itu datang lagi. Nyeri yang tak tertahankan. Yang lagi-lagi membutuhkan anti nyeri berupa suppositoria(dimasukkan ke anus) agar bisa menghilangkan nyeri karena obat oral(makan)
tidak mempan lagi mengatasi sakit ini. Saat itu sayapun kembali diputuskan untuk dirawat di rumah sakit dengan alasan mungkin pengobatan sebelumnya tidak tuntas.

Setelah dirawat di rumah sakit yang kedua, masih ada rumah sakit yang ketiga dengan kondisi yang sama. Akhirnya saya menyerah, tidak ingin masuk rumah sakit lagi, mengingat sisulung dan sibungsu yang diboyong terus keluar masuk rumah sakit . Saya memutuskan jika nyeri itu berulang lagi, cukup menggunakan anti nyeri suppositoria (jenis ketoprofen) dan mengkonsumsi antibiotik sendiri. Ternyata benar kejadian itu terus berulang hingga 7x.

Saat ada kesempatan pergi ke Pekanbaru (3 jam dari kotaku), saya mencoba kembali ke konselor laktasi tempat konsultasi anak pertama dulu di salah satu rumah sakit di Pekanbaru karena sudah tidak tahan dengan nyeri yang terus berulang dan ditambah seperti adanya milk blister(ASI yang menggumpal dipermukaan payudara setelah menyusui). Kembali diajarkan cara memerah ASI, dan satu pelajaran yang dapat saya ambil, selama ini saya memerah ASI tidak seperti yang diajarkan konselor laktasi. Alamak oi....Dan pelajaran yang kedua yang saya dapat, bahwa walaupun diperbaiki posisi menyusui, tapi kalau kulitnya sensitif dan gampang luka, tetap saja luka puting akan terjadi. Disaat itu juga diajarin bagaimana memijit payudara yang benar.

Pengalaman adalah guru terbaik. Itulah yang saya rasakan. Setiba dirumah, luka puting diistirahatkan dengan memberikan ASI lewat perahan saja, dan benar akhirnya sembuh, mastitis pun tidak berulang karena penyebabnya adalah salah dalam pemijitan saat memerah ASI sehingga jaringan payudara rusak dan mengakibatkan trauma yang menyebabkan terjadinya mastitis.

alhamdulillah, badai telah berlalu. Saya tidak ingin para ibu merasakan seperti yang saya rasakan. Teruslah semangat memberikan ASI, teruslah belajar demi si buah hati....












Rabu, 22 April 2015

EP 1. YUK BUNDA USAHAKAN ASI BUAT SI BUAH HATI

 
YUK BUNDA, USAHAKAN ASI BUAT SI BUAH HATI..(CERITA SI SULUNG UMAR)

duh cinta, kini kalian berdua sudah besar. umar si sulung sudah 3 thn, nisa si bungsu sdh 1,2 th. moga asi yg ummi berikan penuh dengan keberkahan dari ALLAH sang pencipta kita.

umar, sebelumnya maafkan ummi karena tidak bs memberikan ASI secara ekslusif untuk ananda karena keterbatasan ilmu ummi walaupun ummi seorang dokter.
untuk nisa, si cantik ummi, kita harus tetap semangat ya nak sampe 2 thn dan mencapai gelar S3 ASI.

masalah saat umar lahir adalah luka puting yg ku alami dan nyeri yg dirasakan. hal itu membuat stressor yang begitu besar. aku tau bahwa kalau stress bisa membuat kuantitas ASI menjadi sedikit. lagi2 keterbatasan diri, praktek tidak sesuai dengan teori.

belajar terus memberikan ASI, pergi ke konselor laktasi, dengan luka puting yang menganga seakan hendak lepas dari sanggaannya. perih yang dirasa ditahan dengan semangat ASI harus lebih sering dari formula. belajar cara memerah ASI, Tapi selalu mengalami kegagalan, mencoba menggunakan alat perah ASI elektrik tp malah jatuh terduduk karena pusing dan jumlah ASI pun sedikit yg didapat. diriku tau bahwa ketidak percayaan diri menjadi masalah disaat menyusui umar. akhirnya gagal lah ASI ekslusif itu. SEDIHNYA....

teori mengatakan luka puting terjadi karena salah satunya posisi menyusui yang salah, dan itu terus diperbaharui, tp tetap saja luka puting menjadi menganga. menyusui sambil menahan kesakitan memberikan arti sendiri bagi seorang ibu. mudah2an keberkahan terus menyertai kita ya nak.

berbagai cara di coba, dengan menggunakan penyambung ASI, eh malah banyak darah segar yg keluar. tp memberikan ASI terus tetap semangat. karena memerah ASI selalu mengalami kegagalan, sehingga sakit itu terus ditahan. dengan keyakinan nanti suatu saat nyeri ini dan luka ini pasti hilang.

akhirnya....
disaat usia umar 4 bulan, nyeri dan luka berlangsung hilang...alhamdulillah...obat nya cuma 1 oleskan ASI Sebelum dan sesudah memberikan ASI diputing yg luka, mungkin juga dikarenakan usia umar yg tambah besar sehingga areola pada payudara telah masuk dengan sempurna sehingga perlahan2 sembuh lah luka dan derita ni. hehehehehe...

lanjut cerita ke 2 bunda, kisah memberikan ASI saat anak ke 2....